Dawet
Ireng adalah sejenis dawet / cendol. Minuman ini asli dari daerah
Butuh, Purworejo, Jawa Tengah. Kata ireng dari Bahasa Jawa yang artinya
hitam. Butiran dari dawet berwarna hitam, warna hitam dawet diperoleh
dari abu bakar jerami, abu bakar jerami kemudian dicampur dengan air
sehingga menghasilkan air berwarna hitam, air inilah yang digunakan
sebagai pewarna dawet.
Sepertinya memang tak ada bedanya dengan es dawet yang biasanya berwarna hijau. Penyajiannya juga sama, dalam mangkuk dan dilengkapi santan dan gula merah. Pembeda utamanya, dawet ini berwarna hitam pekat.
Apa yang menjadikannya istimewa? Keunggulannya adalah dawet ini berkasiat sebagai pereda panas dalam serta memperlancar pencernaan. Bahan dasar dawet ini adalah tepung aren dan tepung erot dengan garam yang berfungsi sebagai perasa. Sedangkan warna hitam dawet ini ternyata terbuat dari merang, atau daun padi yang dibakar sampai gosong lalu diambil airnya. Satu hal lagi yang membedakan, jika dawet hijau dibuat dari tepung beras, dawet hitam ini dibuat dari sagu.
Dalam penyajiannya, campurannya cukup sederhana, yakni menggunakan santan, gula jawa dan dawet sebagai bahan utamanya. Meski demikian, kesederhanaan yang ada tidak menyebabkan rasa dawet hitam ini kehilangan rasa lezat. Rasanya pas, tidak terlalu manis.Begitu pula dengan santan yang tidak terlalu kental terasa segar di mulut. Dawet hitam ini akan lebih nikmat jika diminum dalam keadaan dingin. BAgi semua rekan semua yang belum pernah merasakan nikmatnya DAWET IRENG KHAS PURWOREJO silahkan mampir digerai kami di Jalan HOS Cokro Aminoto gang 6, desa Mlatinoroto RT 03 RW 05 Kudu, atau silahkan mampir di bolg kami blog DAWET IRENG KHAS PURWOREJO
Sepertinya memang tak ada bedanya dengan es dawet yang biasanya berwarna hijau. Penyajiannya juga sama, dalam mangkuk dan dilengkapi santan dan gula merah. Pembeda utamanya, dawet ini berwarna hitam pekat.
Apa yang menjadikannya istimewa? Keunggulannya adalah dawet ini berkasiat sebagai pereda panas dalam serta memperlancar pencernaan. Bahan dasar dawet ini adalah tepung aren dan tepung erot dengan garam yang berfungsi sebagai perasa. Sedangkan warna hitam dawet ini ternyata terbuat dari merang, atau daun padi yang dibakar sampai gosong lalu diambil airnya. Satu hal lagi yang membedakan, jika dawet hijau dibuat dari tepung beras, dawet hitam ini dibuat dari sagu.
Dalam penyajiannya, campurannya cukup sederhana, yakni menggunakan santan, gula jawa dan dawet sebagai bahan utamanya. Meski demikian, kesederhanaan yang ada tidak menyebabkan rasa dawet hitam ini kehilangan rasa lezat. Rasanya pas, tidak terlalu manis.Begitu pula dengan santan yang tidak terlalu kental terasa segar di mulut. Dawet hitam ini akan lebih nikmat jika diminum dalam keadaan dingin. BAgi semua rekan semua yang belum pernah merasakan nikmatnya DAWET IRENG KHAS PURWOREJO silahkan mampir digerai kami di Jalan HOS Cokro Aminoto gang 6, desa Mlatinoroto RT 03 RW 05 Kudu, atau silahkan mampir di bolg kami blog DAWET IRENG KHAS PURWOREJO